Thursday, January 12, 2017

Bantah Soal Video Tonton PSK, Trump: Itu Semua Berita Palsu!


New York - Presiden terpilih AS, Donald Trump membantah tuduhan dari memo yang berasal dari media internet terkenal AS, Buzzfeed. Miliuner berumur 70 tahun ini menyebut memo setebal 35 halaman itu sebagai "tumpukan sampah".

"Ini semua berita palsu. Hal-hal palsu. Itu tidak terjadi," kata Trump sebagaimana dilansir AFP, Kamis (12/1/2017).

Pernyataan itu mengacu pada sebuah tuduhan berupa rekaman video yang berisikan Trump tengah menonton pekerja seks komersial (PSK) beraksi di sebuah hotel mewah di Moskow pada 2013 lalu. Hal ini disampaikannya pada konferensi pers pertamanya setelah terpilih sebagai Presiden AS.

Trump menyebut tindakan itu dilakukan oleh lawan politiknya. Menurutnya hal tersebut memalukan membiarkan informasi itu keluar.

"Ini adalah kelompok lawan yang berkumpul, orang sakit, dan mereka menempatkan omong kosong yang bersama-sama," kata Trump.

"Saya pikir itu memalukan bahwa informasi itu dibiarkan keluar," tambahnya.

Trump juga menduga bahwa hal itu dilakukan oleh badan intelijen. "(Ini) Dirilis oleh mungkin badan intelijen, siapa tahu. Tapi mungkin badan intelijen, yang akan menjadi noda yang luar biasa pada rekaman mereka," ujar Trump.

(Baca Juga: Soal Video Trump Tonton Aksi PSK, Rusia Membantah)

Sebelumnya, otoritas Rusia juga telah membantah bahwa dokumen kotor tersebut sebagai miliknya. Sebelumnya empat pemimpin badan intelijen AS telah memberi penjelasan kepada Trump soal berbagai dokumen rahasia, termasuk dokumen yang menyebut intelijen Rusia memiliki informasi memalukan mengenai dirinya.

Juru bicara Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menyebut dokumen yang berisi klaim-klaim itu sebagai hoax belaka, yang disengaja untuk semakin merusak hubungan AS-Rusia, yang sudah ada di level rendah.

"Ini merupakan upaya untuk merusak hubungan bilateral kami. Ini cerita fiksi murahan," sebut Peskov dalam conference call dengan beberapa wartawan, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/1/2017).

Pidato Perpisahan Obama Disusun Berbulan-bulan


Washington DC - Pidato perpisahan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama disusun selama berbulan-bulan. Bahkan saat sedang liburan bersama keluarga di Hawaii beberapa pekan lalu, Obama bersama stafnya terus menyempurnakan pidato itu.

Dituturkan sejumlah staf Obama kepada CNN, Rabu (11/1/2017), perencanaan dimulai beberapa bulan lalu setelah Obama memutuskan untuk menyampaikan pidato perpisahannya di kota asalnya, Chicago di negara bagian Illinois. Dari kota itu, Obama memulai karier politiknya.

 Menurut juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, seperti dilansir media lokal AS, Chicago Tribune, pada musim panas lalu, Obama sempat bertanya apakah pidato perpisahan Presiden AS harus disampaikan dari Washington DC. Beberapa presiden AS sebelumnya, seperti George W Bush menyampaikan pidato perpisahan di East Room Gedung Putih di hadapan 200 pendukung serta stafnya.

Baca juga: Pidato Perpisahan, Obama Tolak Diskriminasi Warga Muslim AS

Sedangkan Bill Clinton, Ronald Reagan, dan Jimmy Carter semuanya memilih Ruang Oval sebagai lokasi pidato perpisahan sebelum mengakhiri masa jabatan. Sementara George HW Bush atau Bush senior, memilih lokasi di luar Washington DC, yakni tepatnya di West Point yang menjadi lokasi Akademi Militer AS, sebagai tempatnya menyampaikan pidato perpisahan.

Pidato perpisahan Presiden AS pertama kali dilakukan tahun 1796 silam oleh George Washington. Pidato perpisahan Washington yang terdiri atas 7.641 kata, seperti dilansir AFP, hingga kini masih dibaca Senat AS setiap tahun sebagai tradisi. Pidato itu berisi peringatan soal faksionalisme dan intervensi asing.  

Seperti pidato perpisahan Presiden AS sebelumnya, Obama menulis sendiri pidatonya. Obama mendiktekan kalimat-kalimatnya kepada ketua tim pengetik pidato kepresidenan Cody Keenan, yang menuangkan kata-kata Obama ke dalam ketikan.

Baca juga: Ini Saran Obama Untuk Orang yang Suka Berdebat di Internet

Obama kemudian memeriksa draf pidato yang sudah diketik dan memberi banyak catatan pada bagian yang ingin diubah. Obama menuliskan sendiri kata-kata baru di samping kalimat lama yang ingin diubah pada draf pidato itu. Dijelaskan salah satu pejabat AS kepada CNN, Obama dan Keenan menyusun sedikitnya empat draf pidato perpisahan. Tema utama pidato perpisahan mulai terbentuk saat Obama sedang berlibur di Hawaii.

Saat kembali ke Washington DC pada Minggu (8/1) waktu setempat, Obama mulai membaca draf terakhir sepanjang penerbangan. Selain Keenan, beberapa mantan staf dan penasihat Obama seperti Jon Favreau yang pernah menjadi pengetik pidato kepresidenan dan David Axelrod yang mantan penasihat senior, juga terlibat.  

"Rekan sesama warga Amerika, telah menjadi kehormatan bagi hidup saya untuk mengabdi pada Anda. Saya tidak akan berhenti; faktanya, saya akan tetap ada di sana bersama Anda, sebagai seorang warga negara, selama sisa hari-hari saya," ucap Obama di bagian akhir pidatonya.

Baca juga: Saat Pidato Perpisahan, Obama Pastikan ISIS Akan Dihancurkan

"Untuk sekarang, apakah Anda masih muda atau muda di dalam hati, saya memiliki satu permintaan terakhir untuk Anda sebagai presiden Anda -- hal yang sama yang saya minta ketika Anda memberi saya kesempatan 8 tahun lalu. Saya meminta Anda untuk percaya. Tidak pada kemampuan saya untuk membawa perubahan -- tapi pada kemampuan Anda," tandas Obama.

Belanda akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di RI


Pemerintah akan membangun jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jembatan sepanjang 800 meter ini akan dilengkapi teknologi pemanfaatan arus laut dengan memasang turbin di bawahnya untuk menghasilkan tenaga listrik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, mengatakan jembatan ini nantinya akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sedangkan teknologi pemanfaatan arus lautnya akan dibangun perusahaan asal Belanda, yang telah disepakati sebagai bagian dari kerja sama Indonesia dan Belanda.

"Karena itu sudah dari hasil pembicaraan Perdana Menteri Belanda dengan Presiden. Ternyata arus listrik di situ bisa menggenerate sampai 300 MW. Kalau ini masuk maka mereka punya cadangan 40-45 MW, sehingga dengan demikian pertumbuhan industri bisa jalan," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Luhut mengatakan, skema pendanaan pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut ini sedang dalam pembicaraan, di mana perusahaan Belanda tersebut berniat menggunakan 30% ekuitas perusahaannya, sedangkan sisanya berupa pinjaman lunak (soft loan).

Proyek ini sendiri menjadi proyek pembangkit listrik perdana yang memanfaatkan arus laut di Indonesia.

"Skema pendanaan lagi kita omongkan sekarang. Jadi dia mau memberikan grant untuk 30% equity-nya, dan sisanya dari soft loan. Sekarang lagi dikejar FS nya oleh pemerintah Indonesia dengan dana Rp 10 miliar," tutur dia.

Saat ini katanya tengah dalam negosiasi mengenai harga jual listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini.

"Tinggal kita sedang mempelajari mengenai harga. Sekarang mereka kasih harganya 16 sen per kwh. Kita mau harganya lebih rendah," pungkasnya.